nothing

12-06-2012
Cinta Itu Buta
“Indaah, aku kangen dengan dia,
Bagaimana kabarnya? “
“Rina, kamu ini gak bosan-bosan ya, setiap telpon aku Cuma buat tanyain dia.
Ingat dia itu hanya masa lalu kamu. Lupakan saja. Dia hanya teman SD kita.
Atau malah mungkin dia sudah melupakan kamu”
“haha, yah gak kenapa-kenapa kan, lagian kangen itu gak bayar? :p”
“sudah-sudah, sekarang kita sudah mau menempuh UN SMP, aku mau belajar dulu, bye”
“bye”

Sampai segitunya rasa cinta ini ..
Sudah hampir 3 tahun, aku menunggunya . kami beda sekolah. Hampir setiap minggu aku menelpon sahabatku yang satu sekolah dengannya, hanya untuk mengetahui keadaanya.
Indah pernah  bilang “kamu masih berharap dengannya? Lupakan saja! Dia itu hanya cinta monyet buatmu! Dia bukan siapa-siapa!! Aku tidak mengerti dengan jalan pikiranmu!!”
Tapi aku tetap mempertahankan perasaan ini. Bagiku ini sangat berharga.
ERWANDA. Atau biasa aku panggil dengan sebutan ER
Kangen sekali dengan masa-masa SD
Masa-masa dimana kami selalu tertawa, ada saja tingkahnya yang membuatku kangen, tingkahnya yang membuatku selalu bahagia
Dia membuatku sangat nyaman.
Aku berjanji akan lulus SMP dengan nilai terbaik dan masuk ke SMA favorit, karena aku tahu ER pasti akan masuk ke SMA favorit. Dan feeling aku mengatakan kami akan masuk SMA yang sama. Itu sekarang yang sangat membuatku bersemangat!  feeling aku tidak pernah berkata salah!!

4 hari aku berjuang menjawab soal UN SMP. Mendapatkan nilai yang bagus tentunya. Aku mendaftar ke SMA Ganesa, SMA itu adalah SMA terbaik di kotaku. Dan ternyata, Indah sahabatku juga mendaftar di sana.
Hari kedua pendaftaran aku ikut mamaku. Tepat di lorong sekolah aku melihat seorang laki-laki. Seorang laki-laki yang aku kenal
Seorang laki-laki yang ingin sekali aku lihat
Seorang laki-laki yang pernah membuat hidup ini berwarna walau hanya untuk  sementara
Dia melewati ku
Dia melihatku
Dia ada pas di samping ku
Tapi tapi ..
Kenapa??
Kenapa dia tidak memanggilku?
Kenapa dia tidak menghampiriku, padahal aku ada tepat disampingnya.
Apa benar kata Indah, dia telah melupakan aku?
Tidak mungkin! Tidak mungkin dengan mudahnya dia melupakan semuanya!!
Aku tepis perasaan ini, mungkin dia malu untuk menyapaku.
Tapi dengan melihatnya secara langsung saja sudah membuatku girang!!
“indah, aku bertemu dengan ER!! Indah akhirnya aku bisa bertemu dengan dia langsung, aku gak nyangka banget, aku senang hari ini !!”
Dengan santai indah hanya menjawab dan berkata sinis “apa dia memangilmu? Apa dia menghampirimu? Atau tersenyum kepadamu?”
Aku langsung terdiam dan hanya menggelengkan kepala “Gak”
“mungkin dia malu ”
Raut muka indah berubah seketika, dia kesal melihat sahabatnya yang terlalu mengharapkan cowok ini. Dengan nada marah dia berkata
“Rina!! Kamu itu gak sadar ya? Kamu itu bodoh atau apa? Dia itu gak bakal ingat sama kamu, kamu itu terlalu melebih-lebihkan. Kamu itu bagai debu di hidupnya!! Datang, pergi, dan hilang begitu saja!! Kamu gak sadar dengan sikap dia yang tidak menyapamu? Dia itu..!!
Sudah la percuma juga aku menjelaskan panjang lebar , kamu pasti tidak akan mendengarkan aku, kamu lebih memilih mengharapkan cowok yang tidak tahu diri itu!!”  Indah pergi meninggalkan aku dengan 1001 perasaan yang bercampur aduk.
“haaah, nanti malam kalau aku telpon pasti udah gak marah lagi”
Yaaah cinta itu buta, gara-gara cinta orang susah melihat kebenaran
Tetapi dugaan ku salah, indah tidak mau mengangkat telpon ku. Beberapa kali aku telpon tidak diangkat, aku sms pun tidak dibalasnya

Keesokkan harinya, aku masih mengikuti proses pendaftaran masuk SMA. Aku melihat  ER lagi, aku berharap dia menghampiriku atau setidaknya tersenyum kepadaku. Dugaanku benar dia melihat ke arah ku, tapi ER seperti membuang muka. Aku hanya terdiam dan memikirkan kata-kata indah kemaren. Setelah urusan pendaftaran selesai aku ke parkiran motor, aku melihat ER, tapi dia tidak sendiri ada seorang perempuan di dekatnya. Mereka duduk berdua. Ooh pemandangan yang sangat meremukkan hati ini! Hati ini terasa hancur berkeping-keping. Perempuan itu pergi dan aku memberanikan diri untuk menghampiri ER. Semakin mendekatinya jantung ini serasa bertabuh didada. Rasanya sangat susah untuk mengeluarkan kata-kata dari mulut ini, seperti ada yang menahannnya. Tapi aku paksakan
“eemb erwanda kan? Apa kabar? Masih ingat sama aku?”
Bertatap langsung dengan laki-laki yang kita suka, bagaikan ice cream yang meleleh di siang hari.
ER hanya menjawab “ iya. Kamu Rina kan. Kita dulu satu SD yah. Aku baik. Emb Rina aku masih ada urusan, aku pergi dulu ya, senang bertemu. Bye”
“Bye”

Hanya itu?
Hanya itu yang dikatakannya? Jadi ini yang aku harapkan selama 3 tahun?
 Aku berharap lebih dari itu!!
Jadi ini laki-laki yang selama ini aku harapkan??
Ini laki-laki yang telah membuat aku kehilangan sahabatku !!
Bodoh sekali!!
Aku sangat bodoh!! Mengharapkan laki-laki seperti itu?
Apa yang ada dipikiranku selama ini?!!
Kini semuanya terasa benar! Kini semuanya telah membuka mataku!!
Kembali teringat apa yang indah kataka kepada ku “ kamu itu bodoh atau apa?! Mengharapkan laki-laki yang tidak tahu diri!!”
Iya Indah AKU BODOH!!
Maafkan aku yang tidak mendengar sahabatku sendiri!
Dan aku akan menghabiskan 3 tahun SMA ini dengan melihat ER! 3 tahun yang harusnya menyenangkan, menjadi malapetaka untuk melihatnya,hati ini sakit rasanya!!
Dan buat ER
“Gw emang bego ya.. Beribu-ribu kali lo cuekin gue, tapi tetep aja guenya ngotot pengen jadian sama lu. Tau gini gue mundur dari awal :')”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

0 komentar:

Posting Komentar